- Netralkan pikiran saat mengobservasi. Hilangkan semua prasangka. Kadang kita melihat sebuah benda seolah benda itu memiliki permukaan yang padat dan kering. Namun, saat kita menyentuh bahkan merabanya, ternyata permukaannya justru lembut dan basah.
- Berhubungan dengan poin sebelumnya, jangan mengambil kesimpulan sebelum mendapatkan petunjuk sebanyak mungkin. Ibaratnya jika bermain catur, belum tentu pemain yang memiliki biji lebih sedikit akan menjadi pihak yang kalah.
- Optimalkan kinerja semua indera. Gunakan mata untuk memperhatikan setiap detail yang ada, asah telinga agar mampu menjaring dan memilah-milah gelombang suara yang sampai di gendang telinga, latihlah hidung agar mampu membedakan beberapa bau/aroma yang hampir sama, jangan takut untuk menyentuh dan atau meraba sesuatu yang ingin diobservasi, dan jangan jijik untuk membuat lidah merasakannya. Ini akan mempermudah dalam membuat kesimpulan jika kita mampu mendapatkan sebanyak mungkin hasil penginderaan dan menggabungkannya. Seorang juru masak yang ahli saja akan kesulitan membedakan antara pisang, mangga dan alpukat saat melihatnya jika ketiga buah-buahan tersebut diiris-iris kecil. Namun, yang paling perlu dilatih adalah mata, karena kita takkan memeriksa sesuatu dengan indera lain jika mata tidak menangkap sesuatu yang ganjil.
- Selalu selidiki sesuatu secara mendetail. Baik itu warna, bentuk, panjang, tekstur, bau, rasa, serta detail-detail lainnya sebanyak mungkin.
Biasanya orang akan mengatakan bahwa tanda lahir Gorbachev berada di kepalanya. Sedangkan orang yang mendetail akan menyebut bahwa tanda lahirnya berada di dahi. - Jika yang diobservasi adalah orang, jangan batasi wilayah observasi hanya seputar detail fisiknya saja. Perhatikanlah juga tingkah laku dan gerak-geriknya. Dengan observasi yang cukup dalam, bisa diketahui apakah seseorang itu kurang tidur atau apakah orang itu sedang mengidap sebuah penyakit tertentu.
- Anggap segala hal dan semua orang itu penting untuk diobservasi. Siapa yang akan tahu jika mobil yang dilihat terparkir di depan sebuah restoran misalnya, ternyata adalah kendaraan yang besok-besok akan paling dicari oleh polisi?
- Inventariskan penemuan-penemuan dengan catatan. Bahkan jika memungkinkan, simpan beberapa sampel dari penemuan (dan awetkan jika sampel tersebut tidak tahan lama). Ini karena kemampuan memori manusia itu terbatas. Kalaupun masih diingat, tak jarang kita mengingatnya hanya sebatas "Kayaknya saya pernah melihat benda seperti ini sebelumnya", atau "Saya ingat bau ini tapi lupa bau apa".
- Jaga kesehatan. Pemain sepakbola paling hebat pun akan kesulitan bermain jika ia kurang istirahat.
- Luangkan waktu setiap hari untuk mengasah kemampuan observasi. Aktifitas-aktifitas seperti meditasi dan permainan sejenis 'Spot The Difference' adalah beberapa contoh aktifitas yang bisa melatih skill observasi.
"Adalah kesalahan besar jika mengambil kesimpulan sebelum memiliki bukti-bukti yang memadai. Itu akan membuat penilaian menjadi timpang".
- Sherlock Holmes
Tidak ada komentar:
Posting Komentar